Geotextile / Geotekstil

CV Pasti Jaya Konstruksi Distributor Geotextile / Geotekstil terlengkap yang berkantor pusat di Semarang dan memiliki kantor cabang di Yogyakarta. Office Pasti Jaya Semarang dan Pasti Jaya Yogyakarta saling terintegrasi. Hal ini untuk melayani customer dengan area kerja di Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, Yogyakarta dan Bali.

Hubungi sales officer kami untuk mendapatkan penawaran harga geotextile / geotekstil terbaik dengan kualitas standard proyek. Hal ini akan membantu kelancaran pekerjaan anda di lapangan. Dapatkan harga khusus untuk pembelian dalam jumlah banyak hanya di CV Pasti Jaya Konstruksi.

Geotextile Woven dan Non Woven
Geotextile / Geotekstil

Geotextile – Geotekstil

Kemajuan dibidang teknologi kimia industri merambah ke sektor rekayasa teknik sipil. Salah satunya yaitu penggunaan lembaran sintetis yang cukup tipis dan fleksible namun permeable dan cukup kuat. Sejarah awalnya membran tipis tersebut dimaksudkan sebagai alternatif filter tanah granullar sehingga memiliki istilah lain “kain saring”. Awalnya dipergunakan oleh R.J Barrett pada tahun 1950. Salah satu peristiwa yang tercatat sejarah yang digunakan untuk pembangunan struktur pengairan di Florida.

RJ Barrett menggunakan geotextile / geotekstil di balik dinding beton pracetak, di bawah blok kontrol erosi beton pracetak, di bawah batu besar, dan dalam situasi kontrol erosi lainnya. Barret menggunakan berbagai gaya kain tenun monofilamen. Semuanya ditandai dengan persentase area terbuka yang relatif tinggi (bervariasi dari 6 hingga 30%). Dia membahas perlunya permeabilitas dan retensi tanah yang memadai. Bersama dengan kekuatan kain yang memadai dan perpanjangan yang tepat dan mengatur nada untuk penggunaan dalam situasi filtrasi.

Setelah 10 tahun kemudian, geotextile / geoteksil non woven dikembangkan oleh perusahaan dari Perancis. Perusahan itu bernama Rhone Pulence, terbuat dari bahan polyester dengan ketebalan yang relatif sama. Produk tersebut digunakan pada pekerjaan pembangunan DAM di perancis sekitar tahun 1970an.

Pemanfaatan Geotextile / Geotekstil

Pemanfaatan Geotextile / Geotekstil saat ini banyak mendukung aplikasi dibidang teknik sipil. Beberapa pekerjaan proyek seperti jalan, lapangan terbang, rel kereta api, tanggul, struktur penahan, waduk, kanal, bendungan, rekayasa pantai dan geotube. Biasanya ditempatkan pada permukaan tegangan untuk memperkuat tanah. Hal ini sangat menguntungkan untuk konstruksi teknik sipil yang mempunyai umur rencana cukup lama dan mendukung beban yang besar.

Geotextile / Geotekstil juga digunakan untuk pelindung bukit pasir untuk melindungi properti pesisir dataran tinggi dari gelombang badai dan banjir. Wadah besar berisi pasir / sand-filled container (SFC) di dalam sistem bukit pasir mencegah erosi badai dari proses melampaui SFC. Menggunakan unit miring daripada tabung tunggal menghilangkan gerusan yang merusak.

Digunakan untuk meningkatkan kekuatan tanah dengan biaya lebih rendah daripada memakukan tanah konvensional. Selain itu, pemanfaatannya memungkinkan penanaman di lereng curam, karena semakin mengamankan lereng dari longsor.

Geotextile / Geotekstil juga digunakan untuk melindungi jejak kaki fosil hominid Laetoli di Tanzania dari erosi , hujan , dan akar pohon .

Jenis Produk beserta fungsinya

Jenis yang biasanya digunakan pada pekerjaan teknik sipil khususnya perkuatan struktur tanah ada 2. Yaitu Woven (teranyam) dan Non Woven (tidak teranyam)

Geotextile Woven – Geotekstil Woven

geotextile woven
Woven

Seperti namanya woven yang artinya teranyam, menyerupai seperti karung beras plastik. Tidak seperti karung, Geotextile / Geotekstil Woven terbuat dari bahan dasar Polyprophelene berkualitas tinggi. Tipe ini memiliki fungsi sebagai bahan stabilisasi tanah dasar terutama tanah dasar lunak. Tanah tersebut bisa terlapisi dan tidak mudah turun permukaannya, karena jenis ini mempunyai tensile strength (kuat tarik) yang lebih tinggi. Apabila dibandingkan dengan Tipe Non Woven sekitar 2 kali lipat untuk gramasi atau berat per m2 yang sama.

Tipe Woven memiliki membrane effect, yang mengandalkan tensil strength. Sehingga tidak mereduksi terjadinya penurunan tanah setempat (differensial settlement) akibat tanah dasar yang lunak. Fungsi lainnya dapat digunakan sebagai pengganti karung goni pada proses curing beton. Karena dapat mencegah terjadinya retak saat proses pengeringan beton baru.

Geotextile Non Woven – Geotekstil Woven

geotekstil non woven

Tipe yang kedua yaitu Non Woven atau jenis yang tidak teranyam, berbentuk seperti karpet kain. Umumnya terbuat dari bahan dasar polimer polyesther atau Polypropylene berkualitas tinggi.

Filtering

Geotextile / Geotekstil Non Woven ini bermanfaat untuk mencegah terbawanya partikel tanah pada aliran air. Tipe ini bersifat permeable (tembus air) oleh karena itu air dapat melewati lapisan dan partikel tanah dapat tersaring. Biasanya digunakan sebagai aplikasi filtrasi pada proyek drainase bawah tanah.

Separator / Pemisah

Selanjutnya digunakan sebagai aplikasi pemisah agar mencegah tercampurnya material yang satu dengan material yang lain. Seperti penggunaannya pada proyek pembangunan jalan di atas tanah yang dasarnya lunak. Pada proyek tersebut, berguna untuk mencegah naiknya lumpur ke sistem perkerasan. Supaya tidak terjadi pumping effect yang akan merusak perkerasan jalan yang sudah terbentuk. Keberadaannya dapat mempermudah proses pemadatan sistem pengerasan.

Stabilisator

Manfaatnya biasa disebut sebagai Reinforcement / Perkuatan. Contohnya dipakai untuk proyek timbunan tanah, penguatan lereng agar tidak longsor dll. Fungsi tersebut masih dijadikan perdebatan dikalangan ahli geoteknik. Hal ini karena metode kerjanya menggunakan membrane effect yang hanya mengandalkan tensile strength (kuat tarik). Kemungkinan terjadinya penurunan pada timbunan setempat masih besar. Kekuatannya kurang karena bahannya memiliki sifat mudah mulur bila terkena air (reaksi hidrolisis) hal tersebut rawan untuk bahan penguatan lereng.

Cara Aplikasi di lapangan

Cara aplikasi Geotextile / Geotekstil secara garis besar ada 4 tahap atau langkah, yaitu :

  • Pemasangan Subgrade atau tanah dasar. Yang perlu diperhatikan yaitu membersihkan lokasi dari benda tajam yang menghambat proses subgrade. Penggantian tanah dasar dengan material yang lebih baik dan dipadatkan.
  • Penggelaran dan Penyambungan. Penggelaran dilakukan melintang diatas tanah dan jangan sampai ada gelombang atau kerutan. Penyambungan harus dilakukan dengan cara saling melewati / overlap dengan jarak 30 – 100 cm. Apabila diperlukan dapat dilakukan penjahitan pada sambungan (disesuaikan dengan kondisi).
  • Penyebaran dan Penempatan Agregrat. Setelah Geotextile / Geotekstil digelar dengan rapi, selanjutnya agregrat di tebar diatasnya. Ketebalan agregat disesuaikan dengan perencanaan yang dibuat sebelumnya. Diharuskan roda alat berat tidak bersinggungan langsung dengan lapisan Geotextile / Geotekstil agar tidak rusak.
  • Pemadatan Agregrat dengan menggunakan alat berat, mesin giling, vibrator roller dll.

Apabila membutuhkan bantuan untuk aplikasi Geotextile / Geotekstil anda dapat menghubungi CV Pasti Jaya Konstruksi untuk hasil lebih maksimal.